Edukasi New Normal pada Anak


Edukasi new normal pada anak menurut saya sangat perlu dilakukan saat ini. Bahwa masa new normal bukan waktunya kembali ke masa lalu yang semuanya serba "bebas". Tapi kita semua berada dalam kenormalan yang baru, yang di dalamnya ada kebiasaan-kebiasaan baru, yang nantinya akan menjadi normal yang baru. Bukan normal yang seperti dulu.

edukasi masa new normal pada anak

Anak-anak di satu sisi adalah pihak yang nasibnya sangat menyedihkan di masa pandemi Covid-19 ini. Keceriaan mereka saat bermain bersama teman-temannya, belajar di sekolah bersama-sama, bersenang-senang ke tempat wisata atau tempat bermain bersama keluarga, terenggut semua akibat kehadiran Corona. So sad. Lalu di sisi lain mereka "dipaksa" untuk beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru di masa pandemi.

Sejak pandemi melanda dan anak-anak diliburkan sekolahnya alias belajar #dirumahaja mulai pertengahan bulan Maret lalu, kami (saya dan suami) pun mulai mengedukasi anak-anak mengenai Covid-19 dan apa saja yang harus kami lakukan agar terhindar dari virus itu. Pihak sekolah pun memberikan dukungannya melalui pemberian materi ajar yang berkaitan dengan Covid-19.

Anak-anak dikenalkan dengan apa itu virus Corona, bagaimana cara mencuci tangan yang benar, bagaimana cara menggunakan hand sanitizer, bagaimana cara memakai masker yang benar, tentang jaga jarak atau physical distancing, social distancing, dan sebagainya. Semua kebiasaan-kebiasaan yang memperhatikan protokol kesehatan itu kami jalani dengan sabar hingga tak terasa sudah tiga bulan lebih kami setia #dirumahaja .

Bagaimana Mengedukasi tentang New Normal pada Anak

Awal Juni 2020 pemerintah mengumumkan berlakunya masa new normal di Indonesia. Kantor-kantor sudah banyak yang buka kembali dan karyawannya mulai WFO (Work From Office), toko, pasar, dan mal sebagian besar sudah buka kembali, demikian juga fasilitas umum. Namun pembukaan tempat-tempat tersebut diwajibkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Lalu bagaimana nasib anak-anak usia sekolah? Si sulung saya sudah kelas 4 SD, si nomor dua kelas 1 SD, dan si nomor tiga masuk Play Group tahun ini. Awalnya semuanya belajar secara daring (online), namun belakangan ini ada jadwal tatap muka langsung seminggu dua kali. Tapi saya izin kepada gurunya anak-anak, bahwa anak-anak saya sekolah secara full daring saja untuk sementara ini. Enggak ikut jadwal sekolah offline. Karena saya pribadi masih khawatir dengan kondisi di lingkungan kami (Sidoarjo) yang masih menjadi zona merah penyebaran Covid-19.

Lho, memangnya anak-anak enggak pengen ketemu teman-temannya secara langsung? Nah, di sinilah saya mengedukasi anak-anak tentang new normal. Saya memberi pengertian pada anak-anak bahwa virus Corona belum hilang, dan kita masih harus hati-hati. Kita harus selalu menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan seperti yang telah dilakukan selama tiga bulan terakhir. Bila keluar rumah minimal harus memakai masker (syukur-syukur kalau mau dobel dengan memakai face shield), pulang dari bepergian harus cuci tangan dan segera ganti baju, dan lain-lain.

anak bermain di masa new normal
Si nomor dua dan tiga bermain di sekolah (sedang ada keperluan).


Alhamdulillah si sulung sudah lumayan paham, dan dia memang lebih suka belajar dari rumah saja alias daring. Hehe. Untuk si nomor dua, dia juga lumayan paham, tapi kadang-kadang masih tanya, "kapan aku ke sekolah, ketemu teman-teman baruku?". Kemudian yang paling repot adalah memberi pengertian kepada si nomor tiga yang baru mulai masuk Play Group. Dia pengen banget masuk sekolah, ketemu ustadzah dan teman-teman barunya. Hemm.. lumayan sedih juga sebenarnya mendengar seringnya dia bertanya.

Mengedukasi anak-anak mengenai new normal memang enggak mudah, terutama untuk anak usia balita. Karena di sekitarnya banyak anak atau orang dewasa yang keluar rumah dengan mengabaikan protokol kesehatan. Jadi, memberikan pemahaman kepada mereka antara lain harus:

Dengan bahasa yang mudah dipahami.

Anak-anak kosakatanya masih terbatas, cara memahami akan sesuatu juga masih sederhana. Sehingga orang tua harus memberikan pemahaman tentang new normal dengan bahasa yang paling mudah dipahami anak-anak.

Melalui media yang disukai anak.

Kita dapat mengedukasi anak tentang new normal melalui media yang disukai anak. Misalnya dengan melihat video, gambar, atau lagu-lagu tentang Covid-19.

Memberikan contoh nyata.

Hal yang sangat penting adalah memberikan contoh nyata kepada mereka, bagaimana melakukan protokol kesehatan secara baik dan benar, bagaimana kita harus mengerem untuk keluar rumah kecuali ada kepentingan yang urgent.

Konsisten.

Hal penting lainnya ada sikap konsisten dalam memberikan teladan nyata pada anak-anak. Jangan sampai kita menyuruh sering-sering cuci tangan pakai sabun, kita sendiri malah lupa melakukannya setelah pulang dari bepergian. Dan sebagainya.


Ya, mengedukasi new normal pada anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Tapi menurut saya, yang paling aman dilakukan adalah kita jangan sampai sering keluar rumah. Mari bertahan di rumah dulu hingga situasi dan kondisi sudah benar-benar aman. Ciptakan suasana yang menyenangkan di rumah, agar anak-anak betah #dirumahaja 😊
 

Diah Kusumastuti
Saya ibu rumah tangga dengan empat orang anak. Blog saya berisi bermacam tulisan terkait family, parenting, pendidikan, traveling, dll. Email: d3kusumastuti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter